Jumat, 02 Juli 2010

PELAYANAN PS ELIATHA TAHUN DEMI TAHUN

6. PELAYANAN/KEGIATAN PS ELIATHA TAHUN 2000

Setelah memiliki Program Tetap berupa Kantata Paskah, tahun demi tahun sekitar bulan April – Mei diisi fokus dengan pementasan Kantata Paskah ini di gereja gereja yang bersedia menerima pementasan ini, gereja manapun dan ditempat manapun jika memungkinkan akan dilayani, demikian juga dengan pelayanan pujian pada kebaktian digereja terus berjalan. Masalah utama adalah pengaturan waktu antara jadwal kegiatan PS Eliatha dengan jadwal waktu anggota dalam kegiatannya di gerejanya masing masing, maupun jadwal kepentingan pribadi. Jika ternyata sebagian besar dari anggota pada suatu acara tidak dapat mengikuti, maka acara tersebut jika mungkin ditunda untuk waktu yang pas.

Tahun 2000 , tepatnya tanggal 21 April, PS Eliatha bersama beberapa gereja di kota Semarang dibawah Pimpinan Bp. Bill O’Brian akhirnya sesuai rencana semula ikut dalam penyelenggaraan Kantata Paskah-2 dengan thema “Seven Last Words Of Jesus”. Penyelenggaraan mengambil tempat di GIA Pringgading Semarang, dengan jumlah anggota PS yang ikut sekitar 200 orang.
•First Word : Bapa ampunilah m’reka tak sadar ‘kan dosanya, ucapan Yesus dalam lagu pertama .
•Second Word : Sungguhlah hari ‘ni kau bersamaku di Firdaus, ucapan Yesus dalam lagu kedua
•Third Word : Hai perempuan, lihatlah putramu, ucapan Yesus dalam lagu ke tiga.
•Fifth Word : Aku dahaga, ucapan Yesus dalam lagu ke tiga. (Forth Word dalam Kantata ini tidak dinyanyikan)
•Sixth Word : Bapaku kedalam tangan-Mu kesrahkan Roh-ku, ucapan Yesus dalam lagu ke enam.
•Seventh Word : Sudahlah genap, ucapan Yesus dalam lagu ke tujuh.
Namun yang ini PS Eliatha memang tidak mementaskan sendiri.

Pelayanan selama tahun 2000 , untuk pelayanan pementasan Kantata Paskah dibeberapa gereja yaitu : GKMI Kudus, GKI Wongsodirjan, GKMI Saidan Semarang, GKI Coyudan Solo, GKI Blora, GKI Pasteur Bandung, dan yang di Jakarta yaitu GKI Samanhudi dan GKI Suryatama. Kalau kita melayani di kota gudeg, biasanya kami menginap di Mess yang dimiliki oleh salah seorang anggota, atau di Obyek Wisata Kaliurang di salah satu villa milik keluarga simpatisan PS Eliatha. Bangunan dan halamannya luas, suatu tempat yang nyaman. Bukan hanya itu, Bp/Ibu pemilik tak hentinya mengalirkan berkat berupa makanan dan minuman sehingga kami tak pernah merasa kekurangan persediaan. Sungguh luar biasa berkat Tuhan nyata bagi kami melalui Bp/Ibu pemilik villa. Disini atau ditempat pelayanan yang lain, sering juga rekan yang dulu juga pernah aktif di PS Eliatha menjamu makan bersama. Tentunya doa kami mohon berkatNya atas mereka mereka yang telah memberikan kebaikan dan perhatian selama pelayanan kami.
Dan ada tersisa kenangan indah tak terlupakan bagi rekan kami tercinta Sdr. P.Hermawan yang telah bersama Tuhan Yesus di surga, tatkala PS Eliatha pelayanan di Kudus, kami terlebih dahulu dijamu dirumahnya berupa nasi rawon.
Dan meski tidak ikut dalam pelayanan menyanyi PS Eliatha, namun Sdr. Hermawan setia ikut kemanapun PS mengadakan pelayanan, bahkan ketika PS Eliatha mengadakan pelayanan ke Menado. Dan tak pernah lupa, selalu membawa “kacang Kudus” yang renyah umtuk dimakan bersama.

Dan banyak sedikitnya pementasan Kantata Paskah dalam satu tahun memang trgantung dari kesediaan gereja gereja yang dihubungi dan terbatasnya waktu untuk penyelenggaraan. Pelayanan pujian Kebaktian di GKI Majapahit Semarang dan beberapa gereja sekitar Semarang, kami juga berkeinginan mengunjungi gereja gereja kecil di daerah daerah agar mereka juga merasakan berkat Tuhan melalui PS Eliatha,dengan pelayanan kami melalui pujian diharapkan untuk menggairahkan paduan suara setempat untuk giat dan meningkatkan kesetiaan pelayanan mereka dalam bersaksi dan memuji melalui paduan suara. Ketika pelayanan di Jakarta beberapa rekan yang berdomisili di Jakarta dan Bandung maupun Surabaya ikut datang berpartisipasi, demikian juga saat melayani di Bandung atau Surabaya. Adalah hal yang mendatangkan sukacita yang besar dalam pelayanan bersama ini. Tak bisa dikesampingkan adanya penyambutan yang begitu akrab dan bersahabat yang luar biasa dari rekan rekan di kota kota tujuan, walaupun tidak semua dari mereka ikut menyanyi, bukan saja merupakan dorongan semangat, tapi kami juga merasa tak pernah merasa lapar atau haus karena makanan/minuman selalu dikirim melimpah atau juga ada yang menjamu makan bersama. Bertemu dengan teman/rekan yang lama tidak berjumpa, keakraban, persahabatan memberi kekuatan untuk berlelah lelah melayani Tuhan.

Transportasi untuk pelayanan tergantung, kalau jarak dekat dan memungkinkan menggunakan beberapa kendaraan pribadi anggota, kalau jaraknya cukup jauh, atau kendaraan pribadi yang tersedia kurang, biasanya sewa bus, kalau luar pulau tentunya menggunakan pesawat terbang. Kalau tempat pelayanan cukup jauh misalnya seperti Jakarta atau Bandung, tentu menggunakan kendaraan bus. Melelahkan memang, apalagi mengingat yang ikut rata rata berusia setengah abad lebih, bahkan kalau saat itu, ada beberapa orang yang sudah diatas usia 60 tahun. Masalah utama dan salah satu ciri pada usia lanjut adalah “beser”, sering buang air kecil, baru berjalan satu jam sudah menanyakan Pom Bensin, maka perjalanan harus santai. Bahkan waktu itu timbul suatu olok olok bercanda : Wah kalau sepuluh tahun lagi PS Eliatha pelayanan naik bus, bisa bisa setiap Pom Bensin minta berhenti, haa.. haa.. haa, kapan sampainya? Puji syukur, setelah lewat lebih dari sepuluh tahun, ternyata tidak separah itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar